web 2.0
Tampilkan postingan dengan label scrambled post. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label scrambled post. Tampilkan semua postingan

12/07/2012

Bang Bing Bung... Beng...


Bang bing bung yo… kita nabung…
Tang ting tung hei… jangan dihitung…
Tahu tahu kita nanti dapat untung…

Ada yang ingat lagu itu, kalau gak salah ingat lagu ini dulu dinyanyikan Oma Titiek Puspa bersama Giovanni (still a “him” back then) Well anyway, fokus utama dari lagu itu sebetulnya siy edukasi sejak dini. Bayangkan… dari kecil kita sudah dilatih untuk menyimpan sebagian harta yang kita miliki, mulia sekali kan tuh pesan dari lagunya... Entah ini bagian dari kampanye perbankan atau bukan… dan entah bagaimana juga dampaknya pada peningkatan tabungan masyarakat (karena sampai dengan saat ini gw masih saja kesulitan menyisihkan duit untuk simpanan tabungan…he3)

Balik ke lirik lagu diatas… “Tahu tahu kita nanti dapat untung…” untung yang dimaksud disini kira-kira apa ya? Apa saja keuntungan dari memiliki tabungan.

Kalau gw buat list sederhana dari keuntungan tabungan setidaknya dengan memiliki tabungan :

1.    Tidak perlu repot mencari tempat penyimpanan uang di rumah
2.    Lebih tercatat penggunaan uang, karena dari tabungan ada catatan transaksi masuk dan keluar uang
3.    Jumlah uang yang ditabung dapat bertambah karena dapat “bunga” (bukan nama sebenarnya.red *loe pikir ini tabloid bukan lampu hijau dan kuning apa? pakai “bukan nama sebenarnya” segala!) tiap bulannya.

Weits tunggu dulu… dapat “bunga” berarti dapat tambahan uang dari jumlah uang kita sebelumnya dong… yang berarti kita mendapatkan hasil Riba. kok riba? ya jadi begini niy kalau gak salah menyimpulkan, berdasarkan hasil kesepakatan para ulama di timur tengah pada tahun 1970’an… disepakati bahwa transaksi perbankan konvensional itu mengandung riba. dan apa yang mengandung riba itu diharamkan. Maka ketika kita menabung di bank konvensional dan uang kita bertambah karena mendapat bunga maka dapat dikatakan juga bahwa kita mendapatkan barang haram. (iya kan iya kan?)

Lalu… apa kabar kita dong? Apa kabar kakek nenek kita yang pada simpan tabungan di bank konvensional? Kalau dulu mereka mengkonsumsi yang haram-haram kita juga kena getahnya dong...?

Jadi... ceritanya kan di Indonesia bank syariah itu baru mulai ada di tahun 1992. Berhubung pada zamannya kakek nenek kita nabung belum ada yang namanya bank syariah di Indonesia. Kondisi tersebut dapat kita asumsikan kita dalam keadaan darurat, darruriyah… better haram rather than gak ada… (eits kacau sekali grammarnya… tapi gw harap yang baca pada dapat poinnya…)

Itu kan dulu… kalau sekarang? Sekarang kan bank syariah sudah banyak… jadi gak sedarurat dulu dongs… (*mulai promosi)

Bedanya apa siy nabung di bank konvensional dan nabung di bank syariah? apa iya di bank syariah kita gak dapat benefit seperti “bunga” yang ditawarkan di bank konvensional? (berfikir sebentar… mencoba mencari ilham yang pas… kalau salah mohon dibetulkan ya bagi yang lebih paham..)

Daripada coba membandingkan produk konven dan syariah, gw berfikir lebih enak kalau share sedikit yang ada di otak ini mengenai tabungan syariah.(sedikit aja... karena memang gak banyak juga kok isinya...)

Produk tabungan syariah mayoritas terbagi dalam 2 akad, Wadiah dan Mudharabah (nah lhoh mulai pake bahasa arab… tapi gak masalah lah ya... arab asyik kok...) sederhananya begini niy

Tabungan dengan akad wadiah adalah tabungan dimana Bank sebetulnya hanya menjadi tempat penitipan uang para nasabah (dibanding simpan balik kasur lebih keren disimpan dalam rekening tabungan kan?) dana yang tersimpan ini dapat digunakan oleh bank untuk melakukan aktivitasnya sebagai institusi perbankan dengan menyalurkan pembiayaan dll. Ketika di akhir bulan dimana seluruh aktivitas perbankan telah terlaksana dan bank mendapatkan keuntungan dari kegiatannya. Sebagai bagian dari membangun kemaslahatan umat (Syariah transaction by principal are designed to establish wellness and prosperity for all mankind) maka bank memberikan bonus kepada nasabah. (poin utama dari tabungan akad wadiah ini adalah nasabah ketika membuka tabungan ini tidak dijanjikan akan mendapatkan bonus oleh pihak bank. So you are simply just put your money in a bank as a place to keep it safer rather than keeping it under your own bed. Bonus itu bukan hak dari nasabah hanya sesuatu “yang lebih” yang diberikan oleh bank dan tidak dijanjikan mengenai besarannya… sedikit saran bagi anda yang ingin buka tabungan wadiah, anda bisa meminta pihak bank untuk menunjukan trend bagi hasil yang ada dari bulan-bulan sebelumnya… bila trend bagi hasil yang dibagikan menunjukkan peningkatan maka dapat diasumsikan bahwa bank tersebut kondisinya sehat wal afiat dan kita dapat lebih nyaman menitipkan dana kita pada bank tersebut serta besar kemungkinan bonus yang akan anda terima setiap bulannya akan lebih baik dari waktu ke waktu)

Tabungan dengan akad mudharabah. (Mudharabah ya bukan Mudah Rebah... akad ini biasa digunakan bank dalam transaksi syariah untuk menyimpan dana nasabah dan dalam proses penyaluran pembiayaan kepada nasabah) melibatkan dua pihak yakni Mudharib (yang mengelola dana) dan Shahibul Mal (yang punya dana) berhubung kita sedang membicarakan tabungan mudharabah maka yang menjadi Mudharib adalah Bank dan yang menjadi Shahibul Mal adalah nasabah.

Apa yang membedakannya dengan tabungan berakad wadiah? Jika wadiah benefit kepada nasabah bersifat bonus, tabungan berakad mudharabah memiliki sistem sharing profit yang lebih pasti. Penawaran dari tabungan ini biasanya akan disebut dalam bentuk bagi hasil antara bank dengan nasabah dengan angka-angka seperti “55:45”; “60:40”; “sekian:sekian” (daripada pusing... langsung tanya equivalent ratenya saja ke pihak bank untuk mendapat angka persentase yang lebih familier di telinga kita) tabungan-tabungan yang bersifat installment saving seperti tabungan pendidikan, tabungan umroh, tabungan ini itu yang memiliki perhitungan dan jangka waktu yang jelas adalah contoh dari tabungan berakad mudharabah, walaupun ada juga tabungan yang tidak bersifat installment tapi berakad mudhrabah, tapi kalau tabungan itu fixed installment maka kemungkinan besar itu pasti mudharabah.

Jadi apa bedanya tabungan syariah dan konvensional? If you want to make it simple... then i would say... there is no significant difference in how the system operates... what made it different is in our “faith”, dengan membuka tabungan syariah bisa jadi kita tidak akan dapat kelebihan-kelebihan seperti hadiah mobil atau gadget-gadget canggih, bisa jadi juga perlu pengorbanan lebih ketika akan transfer ke bank lain karena orang lain hanya memiliki rekening di 2 bank besar itu... (i know you know which banks i refer to...) tapi setidaknya walaupun mungkin belum sempurna kalau kita nabung di bank syariah kita sudah jadi bagian dari perintis jalan yang sesuai ajaran Al-Quran(tsaelah bahasanya lebay bener bay... quran dibawa-bawa... *getok2 kepala sendiri...) 

anyway, to wrap things up I wanna close this post by saying...  Doing the right things mostly come with a price, do we concidered our “faith” as something that can be bought?


bagi-bagi pertanyaan :

Salah satu orang terapes di blog ini adalah @dikfa84 used to be known as @dikfat7. Kenapa apes? Karena orang ini secara sepihak seringkali gw klaim sebagai sahabat. And as one of my best friend i listen to his words a lot... One of it was that ‘belajar itu dimana saja... kapan saja... dimana saja...’

beberapa hari yang lalu, dalam satu meeting koordinasi regional bank “sebut saja mawar.red” dimana bertemu pihak “X” (orang2 malaysia yg seringkali menyebalkan) & pihak “Y” (orang2 indonesia yg seringkali dianggap menyebalkan juga sama orang malaysia) *menyimpulkan bahwa dalam pekerjaan “menjadi menyenangkan” bukanlah selalu menjadi pilihan.

Pak Cik dari malaysia itu bilang
“Musuh utama dari Syariah banking bukanlah konvensional, our biggest enemy comes within ourselves. Para muslim yang dhaif dan durhaka. Dhaif  adalah mereka mereka yang tidak aware perbankan syariah and Durhaka adalah mereka-mereka yang aware akan tapi tak mau menjalankannya... coba kita lihat college di inggris dan amerika, mereka institut non muslim yang memiliki kurikulum Islamic Finance, Islamic Economy,etc coba bayangkan bagaimana kiranye itu terjadi?”
......

6/30/2012

Tanya Kenapa?

Jadi...

Berdasarkan hukum yang berlaku di negara indonesia tercinta ini... setiap pengendara kendaraan bermotor wajib memiliki Surat Izin Mengemudi. untuk mobil SIM A, untuk motor SIM C

Pertanyaannya... diantara semua yang memiliki SIM A, adakah yang benar-benar pernah menaiki kendaraan untuk ujian semacam ini :


lebih lanjut kalau ada yang pernah, luluskah anda? :)


6/02/2012

I Need My Pals

Have you ever saw a movie called Rat Race? You know the one with rowan atkinson and some other cast that was put in to some kinda Competitions to compete over some amount of money, wait... why do i refer to that movie while there were other easier example such as “The Amazing Race” *silly me Anyway from that TV shows i’ve learned that in order to win the race (or in life) you have got to have something within yourself which include Passions, Attitude, Lucks and Skills let just call it as “PALS”


Like what i used to hear from a career coach “what is your passion?” having a Passion would bring us to be able to give 110% off ourself. Senor Coelho twitpic a picture which says “You are what you believe that you would be...” and with the right amount of passions to achieved your goals... guess what you can actually suprised yourself.

Attitude (1+20+20+9+20+21+4+5 = 100)* there is also some broadcast message saying that the one thing that can give you a 100 point in life was “Attitude”. It is not Persistency, Inteligence or either Passion that will give you a 100 points. You can be as skillfull as you can be in life but with the wrong kind of attitude you will not gain that maximum score. I’m not saying that you wouldn’t achieved anything by being a smart ass. I’m just saying that it will not gave you that 100 point.

So what is exactly the right attitude? hell how should i know... why dont you tell me about it so that we both can learn and shares some thoughts... but for me, to be able to put first thing first (i.e pray when it is already time for a routine pray...) to respect others for we never know what kinda battle that they’ve got to put up with, and always try to keep a smile on our face for all i know wearing a smile in a face is always better than wearing a frown when we need to face others.

Lucks, for those of you who never trust on your luck... so be it... but for me, i believed that there is a miracle in life, which Allah s.w.t the Almighty God will gave to each and every one of us. Though it is sometimes seems not to be the one that we ask for.... but it is always the best fit for us, we just haven’t realized it yet (and yes i’m just saying this out of the blue... for i’m still learning and i’m not exactly a role model for a religious person)

And the last one will be Skills, for all i know... with the right amount of passion and attitude we can always develop our skills. You can be athletics, have a great voice, or great analytical minds as long as you put your heart in to it. Skills is like a knife that can be sharpen all the time.

See, imho with the right “Pals” we can conquer the world and wouldn’t stuck in somekind of rat race of life where we were born, go to school, go to work, Having a family due to the clause “just being like everybody else” and so i said good morning to all, this is a new day and go find your “PALS” and live your life lively then.

Wassallamuallaikum.

 
 
note :
* A = 1; B = 2 ; etc

5/23/2012

Angkuh~Padi



kenapa oh kenapa...
rangkaian kata berbalut nada seperti lagu berikut ini
memudar dan berevolusi menjadi yang ada akhir-akhir ini
kenapa... tanya kenapa


Angkuh - Padi

Aku adalah seorang yang keras hati
Yang tak pernah merasakan
Kelembutan hati hingga disini
Di penantian terakhir
Ku berjumpa dengan engkau
Terpikat aku jadinya


Engkaulah sang mentari yang menyinari bumi
Dan akan menghangatkan gairah hatiku oh..oh..
Engkaulah embun pagi yang membasuhi tanah
Dan akan menyegarkan setiap lelah jiwaku..


Lama sudah aku sendiri
Dituntun langkah-langkah kaki
Mencoba menentang kerasnya hantaman hidup
Aku akui..aku tak mampu menahan semua
Meruntuhkan kerasnya..angkuhnya dinding hatiku


Engkaulah sang pelangi yang mewarnai langit
Dan akan memayungi gelisah hatiku..oh..oh..
Engkaulah angin malam yang menebarkan wangi
Dan akan mengharumi hari-hari bahagiaku

Engkaulah sang mentari yang menyinari bumi
Dan akan menghangatkan gairah hatiku oh..oh..
Engkaulah embun pagi yang membasuhi tanah
Dan akan menyegarkan setiap lelah jiwaku..












7/04/2010

let see

Ceritanya baru "ngeh" bisa ya update blog dr HP.

Wah seru niy... Bisa lebih cepet klo mw nulis di blog

Karena kalau dilihat dr track record yg udah ada... It took me ages only to gave my blog a new post.

We'll see lah

2/05/2009

over a year and still untitled

The rain had stop falling
N yet I’m still here day dreamin’
Wondering what it is now that you are doing
Could it be me
The person that you are thinking

It’s been almost six months
Since we first met
Girl, thinking about you always make me melt
Is it love the strange things I felt
Or is it lust this weird felling I kept

Although we meet only in a glance
Girl I regret I don’t take the chance
It’s just this condition I keep as a fence
God, I do hope I could break this ice