web 2.0

3/22/2017

Pintu yang Terkunci

@the_rabbanians 22 maret 2017

Tidak Ada yg berat dalam agama
Namun dosa Dan maksiat yg dirutinkan itulah yg membuat Hati jadi terkunci

Orang Mana yg tidak berdosa...

Org yg menunjukkan kebaikan akan mendapatkan pahala dari kebaikan orang yg diberi petunjuk

Begitu pula dosa dari kita yg mengajak ke keburukan. Dosa dari mereka yg kita ajak ke keburukan akan menjadi tanggungan dosa kita juga

Azab diturunkan ke seseorang agar orang tersebut kembali ke Allah s.w.t

Bukalah pintu Hati dengan istigfar...
Bagaimana Hati bisa terbuka
Utk menerima Hidayah

Bila dosa dianggap biasa, akan jadi pohon besar yg merusak Hati manusia

Dengan diuji maka kita Alan kembali ke Allah s.w.t

Ketika maksiat dirutinkan, akan sulit kembali ke Allah s.w.t

Kehidupan gersang, terasing di tempatnya sendiri. Kehidupan hampa

Dzalikal kitabu, la royibba di huddalil muttaqin

Keyakinan dengan Hati, diucapkan dengan lisan, dilakukan dengan perbuatan

Org masuk surga hanya dua, mereka yg bersabar Dan bersyukur.

Sayangnya saat ini, tingkat pendidikan mereka yg memegang piranti smartphone tidak sebanding dengan informasi yg dapat tersebar dari gadget tersebut

Otak yg "terbatas" dengan akses informasi "tak terbatas" seringkali membuat tingkah laku yg kebablasan...

Hei manusia yg berselimut, bangkit, sampaikan peringatan pada manusia lain, dengan takbir... Al ahzab 36

Tidak ada yg membahayakan diri kita, bila kita sudah dapat Hidayah

3/01/2017

@the_rabbanians 1 Mar '17

Some note from kajian malam ini :

Kunci dari penyelesaian masalah adalah....

ibadah
Ibadah
Ibadah
Ibadah
Ibadah

Karena yg dpt memberikan solusi bagi setiap masalah hanyalah yg memberikan ujian itu sendiri yakni Allah S.W.T

Iman itu terlalu murah ditukar dengan harta Dunia

Barangsiapa memberikan kebaikan pada diri anda. Maka Balas kebaikan tersebut... Bila tidak bisa dengan materi, doakanlah sampai anda merasa dpt membalas jasa kebaikan tersebut.

Seorang mukmin adalah orang yg tahu bagaimana membalas budi

Hari terbaik adalah hari pada saat Kita tobat, Kita hijrah, pada saat Kita melangkah ke mesjid, menjaga shalat, menjaga aurat, hari pertama memakai hijab, hari pertama Kita meneteskan air mata kepada Allah s.w.t. Hari-hari pertama Kita dapat Hidayah... Itulah hari terbaik kita selama kita hidup di Dunia, sejak dilahirkan melalui ibu Kita...

Jangan cari ridho manusia, carilah ridho Allah s.w.T

Kejujuran menyelamatkan kehidupan, sementara kebohongan hanya akan menyeret kita dari keburukan satu ke keburukan lainnya...

Yg dibutuhkan dlm menghadapi ujian adalah kesabaran

Kemenangan itu hadir beriringan dgn kesabaran

At taubah 118-119

Tidak ada Jalan Keluar dari ujian Allah S.W.T, kecuali Kita kembali pada Allah S.W.T segala pertolongan dari Allah muncul ketika kita berputus asa dari bantuan mahluk-Nya

1/05/2017

Mending ribet dikit deh...

1: "You Know What?"

2: "what?"

Q&A simple nan gak jelas yang terkadang membuat diskusi panjang diatas itulah yang akhirnya membuat saya tergelitik untuk memposting blogpost ini. So, Ladies & Germs... you know what?

ternyata Fatwa MUI tentang bunga Bank itu sudah ada sejak 2004 lhoh.. which mean, it is almost a decade ago... https://almanaar.wordpress.com/2008/04/16/fatwa-mui-tentang-bunga-bank/

Lalu...?

lalu pertanyaannya lanjutannya, bila fatwa MUI menyatakan bunga Bank itu Haram... masihkah anda menyimpan dana anda di Bank Konvensional?

Mungkin mayoritas akan berkata masih... dengan berbagai alasan... ya kan? coba deh di list alasan-alasan yang kepikiran :
1. Udah punya accountnya lama & Males buka baru
2. Lebih mudah untuk bertransaksi dengan Bank Konvensional
3. Syariah gak syariah sama saja kan... ambil untung juga
4. Cari Bank Syariah susah
5. dll

Oke, jujur saja... sama kok... saya juga begitu... masih punya account di bank konvensional 😂 

Tapi kebayang gak, bila setiap orang yang kemarin ikut 212 saja (yang kabarnya mencapai 7 juta orang tersebut) semua memiliki rekening tabungan di Bank Syariah dengan nominal Rp.50.000 saja (anggap aja saldo mengendap minimal mayoritas rekening tabungan goban ya...) ini sudah mencapai angka Rp 350 miliar.

Lanjut bila Penduduk Muslim Indonesia yang berjumlah 200 juta semua memiliki rekening tabungan sejumlah Rp. 50.000, itu sudah Rp. 10 Triliun, dan itu baru dengan nominal minimal.

Andaikan saja, kita semua dapat memindahkan dana kita ke Bank Syariah. bila memang belum bisa semua, at least sebagian aja... pasti wow efeknya untuk pertumbuhan perbankan syariah yang walaupun sudah mulai ada di Indonesia sejak 1992 tapi sampai sekarang nembus 5% aja rasanya susah banget.

ah, tapi kan syariah kan cuma label aja, sama aja kok ambil untung juga... hmm, namanya kita berusaha & berniaga di dunia, masa iya gak cari profit? Teladan kita Rasullulah S.A.W pun berprofesi sebagai pedagang yang tentunya mencari keuntungan dalam pekerjaannya. apakah salah bila kita mencari keuntungan dalam kegiatan kita?

memang siy... 
jumlah bank syariah dibanding bank konvensional masih lebih sedikit. ATMnya lebih susah dicari,
transfer rekening ke konvensional juga jadi kena potongan karena terhitung transfer antar bank,
mau buka rekeningnya juga mungkin butuh perjuangan karena cari banknya lebih susah.
layanan online bankingnya juga jauh lebih terbatas dibanding layanan dari bank konvensional,
 
tapi ya... kalau menurut MUI sudah difatwakan Haram, terus kita masih tetap melakukan berarti kita... #ahsudahlah

ada satu phrase dari seorang teman yang kurang lebih bilang...
"kalau saya siy... biarin deh... nyari ATM nya agak susah, atau pas transfer kena potongan lebih, mau online banking agak sulit, marginnya pembiayaannya lebih tinggi... mendingan ribet di dunia daripada ribet di akhirat nanti... dosa riba itu mengerikan sob... yang paling rendah saja tingkatannya dosanya setara dengan berzina dengan ibu kandung"

kemudian hening....