web 2.0

10/05/2012

1 : Puas? 2: Cukup... Alhamdulillah

Apa kebiasaan anda di sabtu pagi? kalau lagi gak jadwal siaran pagi, atau diamanatkan untuk nganter si bungsu ke sekolah, biasanya siy saya habiskan pagi hari dengan sedikit berlari(okey koreksi... berjalan kaki gak pakai lari) mengitari kompleks melewati perkampungan sekitar rumah. Pagi ini, ketika sedang "olahraga pagi" tersebut saya melewati sebuah mesjid yang sedang ada pengajian.

kurang lebih inilah potongan ceramah yang terdengar melalui speaker mesjid itu :

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
ustadz : "bisa jadi yang halal itu haram,walaupun barangnya halal karena satu hal bisa jadi haram. ketika puasa, tempe itu kan barang halal, tapi habis maghrib baru halal. es kelapa halal atau haram?"

jemaah : "halal...."

ustadz : "abis mahgrib! ayam goreng halal atau haram?"

jemaah : "halal..."

ustadz : "abis maghrib! Istri sendiri halal atau haram?"

jemaah : "habis maghrib...."

ustadz : "habis taraweh! nafsu bener pada habis maghrib semua..."

"islam tidaklah mengajarkan untuk meniadakan nafsu, tapi mengendalikan nafsunya. bila manusia tidak dapat mengendalikan nafsunya... apa bedanya kita dengan kerbau?"

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

lanjut ke cerita lari pagi tadi, setelah berlari kurang lebih 1 jam... panas-panasan....
dan sampai kembali ke rumah, jujur... hausnya maksimal...
walhasil, masuk rumah langsung menuju dapur mencari air putih (biar sehat.. air putih yang dihajar!)

gelas 1 - alhamdulillah... tapi kok ya masih haus ya...
gelas 2 - gluk gluk gluk gluk... *suara lagi minum
gelas 3 - udah gak sehaus tadi, tapi masih bisa minum lagi siy
gelas 4 - kembung niy gelagatnya
gelas 5 - kembung beneran dan gak mau lanjut ke gelas 6

kalau tiap gelas diberi score kadar tingkat kepuasannya mungkin bisa jadi begini :

gelas 1 - tingkat kepuasan 6
gelas 2 - tingkat kepuasan 13 (tambah puas +7 dibandingkan sebelumnya)
gelas 3 - tingkat kepuasan 22 (tambah puas +9 dibandingkan sebelumnya)
gelas 4 - tingkat kepuasan 20 (berkurang puas -2 dibandingkan sebelumnya)
gelas 5 - tingkat kepuasan 17 (berkurang puas -3 dibandingkan sebelumnya)

wah, kenapa jadi kaya kerbau ya...?
hanya sekedar mengikuti nafsu dahaga saja sampai minum 5 gelas, padahal 3 gelas cukup dan itu sudah memberi kepuasan maksimal buat saya.
Maklum, namanya juga manusia, suka khilaf...
 walaupun dari kecil sudah diajarkan satu ajaran sederhana...

"makanlah ketika lapar, dan berhenti sebelum kenyang"

kenapa juga, masih harus mubazir mengkonsumsi 2 gelas tambahan walaupun sebetulnya 3 gelas saja cukup.

kalau secara teori bilangnya, kepuasan optimum akan dicapai ketika marginal utility = 0,
maka alhamdulillah sekali bagi tiap muslim bila menyadari, untuk dapat berhenti pada saat yang tepat dan hanya mengkonsumsi barang yang diperlukannya saja...

(teorinya indah ya... praktek lain soal... ya kita sama-sama usahalah...)

"Fabi-ayyi ala-i rabbikuma tukadziban"

Then which of the favours of your Lord will ye deny?



0 comments:

Poskan Komentar