web 2.0

2/21/2014

Syariah Banking halal? atau sama aja?

Ada satu pertanyaan menggelitik pada kuliah interdiciplinary kemarin... salah satu mahasiswa dari kelas diplomasi menanyakan pada dosen pengajar pada sesi tersebut yakni bpk. Farouk Alwayni (beliau mantan Direksi dari Bank Muamalat, sempat di IDB dan saat ini menjadi CEO dari perusahaannya sendiri)

Now, pertanyaannya kurang lebih begini...

"Pak, kita tahu di perbankan syariah terdapat akad-akad seperti murabahah, mudharabah, akan tetapi bukankah sebetulnya perhitungan akuntansinya sama-sama aja dengan konvensional? di BI-nya sendiri bukankah uangnya akan bercampur-campur juga ya? berarti sama saja dong pak bila uang dari industri syariah tercampur dengan uang hasil perbankan konvensional yang katanya riba tersebut?"

mendengar pertanyaan tersebut, rekan sekelas saya langsung bisik-bisik bilang bahwa pertanyaannya siy sederhana... jawabnya susah... penjelasan dari bapak dosen terkait uang yang bercampur siy dijelaskan bahwa ketika suatu bank menjalankan transaksi syariah maka secara pelaporan sendiri sudah terpisah dari unit konvensionalnya. di BI sendiri terdapat Direktorat khusus yang mengurus hal-hal terkait perbankan syariah. jadi sudah terpisah...
rekan dari kelas diplomasi nampak masih belum cukup puas dengan jawaban dari si bapak akan tetapi melihat waktu yang sudah cukup larut maka sepertinya dia mencoba untuk menerima penjelasan yang ada...

 (Jujur waktu itu gw ngantuk banget... jadi gak terlalu nangkep jawaban dari pak farouk)

nah... entah kenapa pertanyaan tersebut gantung di otak... kalau ada yang nanya itu ke gw... gw jawabnya gimana ya...

Sejauh ini... penjelasan yang gw bisa coba dapatkan baru kaya begini :

- masing-masing Bank Syariah atau unit usaha syariah memiliki laporan keuangan tersendiri yang terpisah dari Bank Induknya. dimana laporan tersebut akan dilaporkan kepada Bank Indonesia secara rutin pada periode tertentu (Harian, Bulanan, Kwartalan, Semesteran, Tahunan, dll).

- Laporan Keuangan itu sendiri disusun berdasarkan PSAK "Pedoman atau Peraturan(lupa n malas googling) Standar Akuntasi Keuangan" yang berlaku bagi setiap institusi yang melakukan transaksi syariah.

- Dasar perhitungannya memang serupa, tapi ada beda yang signifikan yakni perbedaan di "Keimanan"

(teringat kisah dimana dua orang sahabat yang berbeda agama duduk di suatu kafe tidak lama setelah nuansa liburan tanggal 25 Desember. Sahabat muslim bertanya pada Sahabat nasrani-nya :

Muslim : Gimana natal elo?
Nasrani : Biasa... rame2 ngumpul keluarga gitu... eh... lo gak mau ngucapin selamat natal ke gw niy?
Muslim : Gak bro... gak sesuai "iman" gw...
Nasrani : ah... itu kan cuma kata2 bro... apa ngaruhnya coba?
Muslim : coba gantian bro... lu mau gak ngucapin dua kalimat syahadat?
Nasrani : ah.. elu gila... itu mah nyuruh gw pindah agama dong...
Muslim : nah... biar cuma kata2... ngaruh kan bro... )

untuk pertanyaan duit yang bercampur-campur di BI...

entah kenapa muncul satu jalur pikiran kaya begini...

let say, ada bapak-bapak... maen ke mahakam buat nikmatin ayam-ayam pinggir jalan...
kelar urusan ngasih duit ke si ayam... terus si ayam pakai duitnya untuk beli slurpee di sevel...
terus kita ke sevel belanja dan dapat kembalian duit yang dipake itu ayam beli slurpee...
terus duit kembalian itu kita pakai bayar uang parkiran... apa iya duit yang kita kasih ke tukang parkir jadi duit haram? enggak kan? duit kan bukan babi yang kalau bercampur sama satu jenis masakan maka jadi haram semuanya... (ya kan?)

itu kan hanya alat tukar untuk berbagai kegiatan keseharian kita dengan orang lain... jadi boleh dong kalau kita bilang di BI-nya sendiri secara pelaporannya... sudah terpisah...

tambah lagi data yang ada tersebut semuanya kan hanya berupa angka digital...
masalah fisiknya sendiri siy... semuanya juga dicetaknya dari peruri-peruri juga kok...

entahlah jawaban itu sudah pas atau belum... but that is the answers that I got so far...

Balik ke judul post ini... kalau ditanya Syariah Banking halal? atau sama aja?

yaaa kalau menurut gw siy...

Gak sama... lebih halal dikit... :)

0 comments:

Poskan Komentar