web 2.0

12/17/2012

Berubah atau Musnah...

Nyokap gw adalah anak sulung dari 7 bersaudara, dimana hal ini berakibat pada gw punya banyak sekali om dan tante. berhubung masih ada turunan padang, walhasil yang namanya silaturahim sekedar main ke rumah saudara itu seringkali dilakukan. (ini salah satu doktrin dari nyokap kalau yang namanya padang musti rajin-rajin ke rumah saudara... jangan cuma ke restoran padang aja rajin datangnya...)
Sabtu kemarin, seorang om gw share cerita dia... dan sekarang mau gw share ulang di blog ini...
jadi begini ceritanya.... (jeng jeng jeng jeng.... *biar ada efek kaya film horor)
jadi ceritanya baru-baru ini kantor si om ini baru mengadakan semacam training bagi karyawan-karyawannya. di training itu si trainer memberikan materi berupa presentasi atau mungkin cerita kasus ke peserta pelatihan itu.
Cerita pertama :
Seekor cengcorang atau belalang (gak pake tempur karena 2 tak sudah dilarang) dialam bebas dapat loncat setinggi lebih dari 1 m keatas. sekarang si cengcorang ditempatkan didalam suatu ember, dimana ember tersebut diberi tutup dan dibiarkan untuk beberapa waktu. ketika si cengcorang mencoba meloncat, dia akan terpentok dengan tutup tersebut, kondisi ini setelah dibiarkan beberapa waktu maka ketika si cengcorang dikeluarkan dari ember, loncatannya tidak akan melebihi ketinggian ember karena settingan di kepalanya mengatakan bila dia loncat lebih tinggi dari itu kepala dia akan terpentok. (okey... mirip kisah kutu dalam kotak korek api ya?)
Cerita kedua :
ada 2 panci berisi air diletakkan diatas api. panci pertama berisi air yang sudah mendidih sementara panci kedua berisi air yang masih hangat. 2 ekor kodok dimasukkan kedalam panci tersebut. apa kira-kira yang terjadi? who dies and who will survive? yup... yang selamat adalah yang dimasukkan ke air mendidih. kenapa? karena ketika masuk dan dia merasakan panas, kodok tersebut langsung loncat jauh jauh dari panci tersebut. Sementara yang dijatuhkan ke air hangat bisa santai dan berenang perlahan dan ketika air menjadi semakin panas dan matang, si kodok sudah kehabisan tenaga untuk keluar dari panci tersebut dan akhirnya si kodok pun mati.
Cerita ketiga :
Elang rata-rata umurnya adalah 70 tahun, ketika berumur 40 tahun kondisi si elang ini sudah tidak setangguh kondisi primanya dimana paruhnya sudah bengkok, cakar kakinya sudah tidak tajam dan sayap-sayapnya sudah dipenuhi dengan bulu-bulu yang terlalu berat dan membuat tubuhnya sulit untuk terbang. pada usia inilah si elang melakukan perubahan, ia patukan paruhnya keras-keras dan menghancurkan paruh tersebut, dihancurkannya cakar-cakar kakinya yang sudah tidak lagi tajam serta dicabutinya bulu-bulu yang sudah terlalu tebal di sayapnya tersebut. untuk apa? untuk berubah menumbuhkan paruh  baru, cakar baru dan sayap baru sehingga mereka dapat hidup kurang lebih 30 tahun lagi dan bisa kembali berburu seperti ketika muda dulu.
dan apa yang berhasil gw tangkap dari ketiga cerita tersebut?
1. we sometimes are the one that limit ourselves to be the best that we can be
2. beware of the danger from a comfort zone
3. berubah atau musnah
Si om siy ujung-ujungnya menyarankan 1 hal saja : Hijrah!
dengan hijrah kita akan selalu merasa tidak nyaman dan selalu memastikan bahwa ada hal baru yang harus kita lakukan. gerak terus dan jangan mau nyerah sama kondisi yang ada. karena tidak ada satu hal yang pasti di dunia ini selain perubahan.
live your life, lively then...

0 comments:

Poskan Komentar