web 2.0

7/13/2013

Look at it as a game...

Buat bridging ke tulisan ini, gw ajak dulu ke cuplikan pertandingan ke 6 final game NBA 2013 antara Heat vs Spurs (kondisi saat ini 3-2 untuk Spurs dan kalau mereka menang di game ke 6 ini koleksi cincin Parker, Dunkan dan teman2nya yang lain nambah dan bikin James cs gagal mempertahankan gelarnya)
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kuarter 4

Penjagaan ketat terhadap Tim Duncan membuatnya tidak mencetak satu angkapun di kuarter 4. Rotasi antara Miller dan James untuk penjagaan ganda (double team) dan menghasilkan 2 blockshotterhadap Duncan.

Sementara Miami mencoba mengejar ketinggalan melalui lemparan jarak jauh, dan aksi terobosan James. 

James mencetak 16 angka di kuarter 4 untuk mengejar defisit 10 angka. Ia menjaringkan 8 angka berturut-turut dan sebuah kontribusi bagi timnya untuk mendekati perolehan angka Spurs 80-82, di waktu 07:08.

Selain itu, 4 lemparan tiga angka mampu dijaringkan Heat di kuarter ini, termasuk lemparan Ray Allen di sisa waktu 5,2 detik untuk menyamakan kedudukan 95-95.

Pertandingan menjadi sangat ketat menjelang akhir kuarter 4. Parker sempat hampir membuat Spurs meraih kemenangan dengan sebuah lemparan tiga angka dan layup. Kemudian tiga lemparan bebas Ginobili di sisa waktu 28 detik kuarter 4 membuat keunggulan Spurs menjadi 94-89.

Juara bertahan mengejar ketinggalan 94-89 dengan sisa waktu 28 detik, James menjaringkan sebuah lemparan tiga angka di sisa waktu 20 detik dan Allen menjaringkan tiga angka lagi di sisa waktu 5,2 detik untuk memaksakan perpanjangan waktu (overtime)di kedudukan imbang 95-95.

http://www.antaranews.com/berita/380845/catatan-pertandingan-final-nba-game-6
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kan bridging... cuma pengkondisian aja... di post ini gw gak mau bahas mengenai final NBA itu kok... (pertama udah lewat, kedua bukan atlet maupun pemerhati basket garis keras.) tapi coba deh iseng-iseng liat pertandingan olahraga berkelompok semacam basket, bola, futsal, dll. Satu hal yang selalu menarik dilihat adalah bagaimana ketika mereka dapat bergerak dan berkoordinasi dengan rekannya dengan sekedar tatapan mata atau membaca gerakan tubuh dari rekannya tersebut. Melakukan pergerakan tanpa bola dengan satu tujuan yakni mencetak angka untuk timnya.

Dulu waktu masih sekolah, setiap selesai jam pelajaran terakhir dan gak ada ekskul lagi pasti langsung main bola atau basket (tergantung kuota jumlah pemain yang tersedia tentunya, maklum aja 1 angkatan cowonya gak sampai 30 orang jadi permainan disesuaikan dengan nafas yang tersedia), karena hampir tiap hari bermain seperti itu, lama kelamaan sempat juga ngerasain bagaimana jadi bagian satu team yang bisa bergerak hanya sekedar dari membaca gerakan tubuh rekan satu tim. and it feels great. especially when our strategy works as we planned before. (yes, boys will be boys)

Now, I wonder can it be implemented in a working environment? wouldn't it be great if... 
you have a team that know exactly what to do, where to go, and when to do things in order to accelerate and achieved the goals. 

seru ye kayanya kalau bisa diterapin... gak perlu berisik, gak perlu ribet, gak perlu sms dan  berkali-kali telepon di akhir pekan, semua tahu apa yang perlu dilakuin, dan siapa melakukan apanya. 

Dulu siy kalau pas lagi maen basket atau bola, insting team work muncul karena memang melakukan hal yang kita suka bareng-bareng. ditambah lagi, ini dilakukan hampir tiap hari sehingga jadi terbiasa dan tahu kebiasaan dari temen-temen kita pas lagi tanding. 

kalau di lingkungan kerja? seharusnya bisa juga kali ya... toh kita akan bertemu dengan orang-orang yang sama setiap hari, kita tahu bagaimana kebiasaan masing-masing, yang beda kan hanya kalau di olahraga kita melakukan hal yang kita suka sementara kalau di pekerjaan kita melakukan berdasarkan bayaran yang kita terima. (bersyukurlah mereka-mereka yang melakukan pekerjaan yang mereka memang sukai...)

"Look at it as a game" mungkin adalah satu frase yang pas untuk membawa nuansa teamwork dalam pertandingan olahraga ke lingkungan kerja. kita pelajari karakter rekan-rekan kita, kita pelajari kemungkinan-kemungkinan yang ada, kita eksekusi bagian kita dengan sebaik-baiknya, dan tantangan paling utamanya adalah, bagaimana agar "dibawa happy aja" karena kan kalau boleh ngutip dari lirik lagunya Pandji Main itu Hidup itu Main :)

"Ambil resiko untuk bisa dapatkan poin
Salah langkah dikit gagallah bermain
Tapi biarlah terusin
Kita mungkinkan yang tidak mungkin
Terus bermain bermodal yakin"















0 comments:

Poskan Komentar