web 2.0

12/07/2011

5 alasan menghindari datang ke resepsi

Siapa siy yang gak suka perkawinan? Satu momen sakral dalam hidup manusia yang kalau gak salah seingat pelajaran agama dahulu kala… ketika dilaksanakannya akad adalah momen yang penuh berkah dan kita akan mendapatkan Pahala jika ikut turut hadir pada momen tersebut.
Dan sebagaimana budaya timur, budaya perkawinan kita terkadang melibatkan satu proses acara adat yang panjang dan juga melibatkan mengundang tidak hanya rekan dan kerabat dari yang menikah tapi seringkali lebih banyak mengundang rekan & kerabat dari orang tua kedua mempelai. (correct me if I’m wrong)

Kembali bicara ke “siapa yang gak suka perkawinan” coba kalau dihitung-hitung sudah berapa banyak perkawinankah yang anda hadiri? Adek sepupu gw yang baru 5 tahun aja kalau disuruh ngitung jarinya udah gak cukup buat ngitung berapa banyak kawinan yang dia hadiri… apalagi gw yang udah 17 tahun ini… (serius deh 17 tahun… kalau gw buat blog ini tahun 2$%#... he3)

Anyway, seiring perjalanan waktu akhirnya gw merangkum beberapa alasan utama orang tidak hadir ke suatu resepsi :

1. Bentrok dengan acara/kondisi lain :

Ya iyalah… kalau memang bentrok kita kan bukan pahlawan super yang bisa ada di 2 tempat sekaligus ya kan? Kalau badan kita lagi sakit atau orang tua kita sakit dan kita harus rawat tetap sebaiknya gak dipaksain juga kan? (karena yang dipaksa-paksa itu kurang baik katanya…)

2. Lokasi yang terlalu jauh :

Beberapakali gw dapat undangan, pas baca lokasinya dimana… jeng jeng jeng jeng… *dibacadenganefekkagetkayadifilm2
Purwokerto, solo, garut, semarang, dll. Kalau yang menikah itu saudara dan mewajibkan kita untuk turut hadir kesana ya mau gimana lagi tapi kalau hanya seorang teman yang di kantor juga ngobrolnya juga selewatan… ya nitip aja lah ya cukup… :)
Ow ya, hal ini juga berlaku untuk lokasi yang cukup jauh dari rumah seperti bekasi dan priok terutama bila undangan hanya disampaikan via facebook (yup, kita hidup di dunia digital dimana dengan satu klik memudah segalanya dan dapat membuat yang ngurus catering kelimpungan tiba2)

3. Teman jalan :

Bagi mereka yang memiliki pasangan tentunya hal ini bukanlah suatu isu… tapi bagi mereka yang sedang tidak berpasangan atau pasangannya sedang berhalangan bisa jadi hal yang berbeda 180^ kenapa beda? Karena males bos dijalan sendiri datang ke resepsi kebagian ngantri sendiri gak ada temen ngobrolnya. Tapi hal ini bisa diakali dengan car pooling atau konvoi bareng2…

4. Kepentingan :

Dulu waktu kuliah gw sempat belajar adanya benefit & cost theory dimana sampai sekarang masih gw anggap sebagai satu teori mendasar dalam aktifitas manusia. Kurang lebih kalau diimplementasikan ke masalah “menghadiri resepsi” ini adalah apa yang akan gw dapat kalau gw datang ke acara itu.

Karena hitung punya hitung bila kita datang ke suatu resepsi setidaknya kita akan keluar biaya :
a. Transportasi
b. Angpau

Dan yang kita dapat adalah :
a. Makan2
b. Souvenir
c. Jaringan
(jaringan ini yang paling penting pastinya… dan semakin besar kebutuhan kita akan membangun/membina jaringan semakin besar pula kepentingan kita untuk hadir ke resepsi tersebut. Ow ya pertemanan itu masuk ke jaringan kan ya… jadi semakin dekat dengan seorang teman pastinya semakin besar kepentingan kita untuk berusaha hadir ke resepsi tersebut dan begitu pula sebaliknya)

5. Pertanyaan “kapan?”

Bila diingat-ingat kita datang ke kawinan sedari kecil mulai dari itu yang nikah saudara atau ngikut orang tua acara kawinan rekan mereka, acara kawinan anak dari rekan mereka sampai akhirnya kita menghadiri perkawinan dimana itu merupakan kawinan rekan kita atau bisa juga kawinan anak rekan kerja kita… seiring dengan berjalannya waktu… mulai sering muncul pertanyaan yang wajar siy dilontarkan sebagai kalimat pembuka dari suatu pembicaraan. “kapan nyusul?” nah ini si pertanyaan “kapan?” bahkan sampai ada jokes :

“agar orang-orang tua itu berhenti memberikan pertanyaan “kapan nyusul?” di suatu resepsi kita juga melontarkan pertanyaan yang sama pada saat seorang kerabat meninggal dunia pada orang tersebut”

Sadis memang, tapi coba deh para orang tua tersebut memiliki topic bahasan lain yang lebih penting untuk memulai suatu pembicaraan. Let say… yang serius seperti “wah, rp. 1000 nantinya akan jadi rp.1 ya?” atau “cherrybelle & 7 icons unyu2 yaaa…” (ok, that sounds weird..)

Baiklah demikian 5 alasan saya menghindari hadir ke resepsi… sekali lagi ini saya ya… kalau anda pasti ada versi alasan yang berbeda. Dan pada intinya jagalah kebersihan karena kebersihan adalah sebagian dari iman… (belum dapat closing yang enak jadi ditutup dengan closing line seperti itu dulu…)

0 comments:

Poskan Komentar