web 2.0

5/19/2012

Tidung Trip

terkadang ketika rutinitas terasa mulai mencekik... gak pernah salah untuk mencoba membebaskan diri dari hal tersebut dan jalan keluar mencoba hal yang baru.

mungkin itu juga yang menjadi alasan trip ini terlaksana... anyway bermodalkan paket trip sebesar rp. 250.000 dapet Makan 3 kali, barbeque, snorkelling, dan beberapa hal priceless yang kalau disebutin jadi terkesan lebay... ok... so here are the details...

Destinasi : Pulau Tidung, Kepulauan Seribu Jakarta Utara
Waktu : 17-18 Mei 2012
Pasukan : Anak-anak kantor (yg bank)



Bila anda berencana untuk liburan ke pulau ini, sangat disarankan bangun dini hari... sekitar jam 4 dan sudah bersiap-siap. bila dimungkinkan kelar subuh sudah berangkat menuju muara angke. kenapa harus pagi? bukan... bukan karena early bird catches the worm earlier... tapi kapal dari angke berangkat jam 7 ke tidung kalau ketinggalan berarti harus nunggu dengan sabar di pasar ikan sampai jam 10 untuk kloter kedua dengan asumsi sinar matahari yang semakin terik selama perjalanan. (it is a 2.5 - 3 hr trip) ingat ya... berangkat dari muara angke, bukan pasar ikan... bukan muara baru... tapi muara angke *nyasar itu bau amis jendral

bagaimanakah kapalnya? sebelum berangkat seorang teman di rombongan sempet ngancem "bay, kapalnya kaya gimana? panas gak? kalau panas gw lgsg pulang deh... biar aja uang gw gak usah balik" dan kenyataannya itu orang aman2 aja dan tetap enjoy ikut naik di kapal kayu yang tersedia... ow ya bentuk kapalnya ya... ini dia kapalnya...




agak kaya sarden ya di dalam kapalnya... dan emang iya bener kaya sarden... numplek blek semua gabung... bersyukurlah mereka yang bisa dapat posisi duduk yang ada senderannya karena 2 jam di laut gak bisa senderan itu kurang asyik... (*bawa kartu atau ipod buat membunuh bosan... lebih hebat lagi kalau bawa buku bacaan... bangsa novel-novel gitu... paling pegel... )

setelah melewati beberapa pulau... kita akan tiba di pulau tidung... dan langsung disambut dengan air berwarna hijau saudara-saudara sekalian... subhanallah... dan berhubung kondisi masih jadi sarden di dalam kapal... maaf sekali tidak dapat mengabadikan gambarnya dari dalam kapal. turun di dermaga, bila memang posisi duduk tidak di ujung pintu keluar, sangat disarankan untuk santai dulu aja... duduk-duduk kaya kalau keluar bioskop kelar film. gak perlu grasak-grusuk berebut keluar... toh pulaunya gak lari-lari juga kan ya...

and voila... tibalah kita di tidung... (ada signage kaya di Ancol aja gitu...)



Seperti apa jalanan di dalamnya... mari silahkan dilihat-lihat...




lebar jalan kurang lebih 2 m kurang dikit... kendaraan yang ada itu Sepeda, Motor, Becak, Becak pake motor... rumah-rumah yang ada mayoritas terdiri dari bangunan satu lantai (ya iyalah kalau dua lantai bikin pondasinya juga susah bay...) dan penginapan yang tersedia semuanya merupakan guest house... atau rumah warga yang memang disiapkan untuk dijadikan tempat menginap bagi para tamu.
jalanannya dibuat dari konblok, banyak pepohonan (pohon-pohon ini yang menjadi sumber tersedianya air tawar di pulau ini) dan ada beberapa bangunan pemerintahan yang ada di sini itu ada... puskesmas, Sekolah Dasar, dan KUA (bangunan terakhir adalah bangunan paling bagus yg gw liat di pulau ini... lebih besar dari puskesmas dan lebih megah dibanding sekolahan). tersedia lahan pemakamanan serta dermaga untuk kapal-kapal yang lebih kecil (kapal yng digunakan untuk membawa orang menuju lokasi snorkeling)

kemungkinan besar kita sampai di Tidung adalah sekitar pukul 10.00 atau 11.00 siang, jadi ada baiknya istirahat dulu, rapih-rapih baju untuk nyebur dan persiapan untuk makan siang. sambil nunggu bisa juga iseng-iseng mulai menarsiskan diri dengan update di jaringan social media pastinya. (masalah sinyal... kemarin di lokasi penginapan siy... telkomsel, indosat gak masalah... XL yang gak ada sinyalnya sama sekali... provider lainnya entahlah)

===========================================

kelar ishoma (beuh... istilahnya seolah masih jadi mahasiswa bikin rundown acara bener... istirahat sholat makan.... entah kenapa indonesia suka sekali dengan singkatan... "lalin, jagorawi, cangcimen") saatnya untuk nyebur... iya siy abis makan perut kenyang bawaannya mau istirahat dulu... tapi sayang bos... karena untuk menuju spot-spot yang keren bisa jadi diperlukan waktu hampir 1 jam untuk kesananya... so.. move it move it move it....

pemilik guest house biasanya sudah menyediakan vest, dan peralatan snorkelling bagi tim anda buat yang belum tahu lokasi mana yang bagus... santai... paketnya include guide kok...




see... yang digunakan untuk jalan snorkelling adalah kapal yang lebih kecil... sangat disarankan bagi anda yang mau melakukan trip ini untuk sedia sun block, serta kamera underwater... buat apa... ya buat foto mahluk-mahluk air kaya begini pastinya...



puas snorkelling... kita bisa lanjut island hopping... salah satu destinasi pulau menarik adalah pulau payung...




dan pulau berjarak 3 jam dari ibu kota ini masih jakarta lhoh... sungguh ironi bahkan rumah saya masuknya tangsel...

salah satu kegiatan yang sayang dilewatkan di pulau tidung adalah main ke jembatan cinta... sadis ya namanya... lebih sadis lagi tulisan yang ada di jembatan ini...


selain tulisan ini pastinya ada jembatannya... dan jembatan panjangnya lumayan bos... menyambung antara pulau tidung dengan pulau tidung kecil...




jangan sampai jembatan beton itu menipu anda kawan-kawan... kalau dibuat perbandingan... yang di beton hanya 1/10 dari total panjang jembatan ini... sisanya kayu... bahkan di beberapa tempat kayunya sudah reyot...

ow ya disini juga tersedia sarana water sport lainnya seperti banana boat dkk. akan tetapi hal tersebut diluar paket yang sudah kita bayarkan... sepertinya kebiasaan dari para turis disini adalah setelah snorkelling pada hari pertama, malam barbeque-an, pagi ngejar sunrise... foto-foto lagi terus rapih-rapih buat persiapan pulang. tapi kalau mau snorkeling lagi pagi harinya juga sah-sah aja... tinggal bilang ke tempat penginapannya... (kalau minat... pastinya saya bisa juga turut rekomendasi ke penduduk tempat kemarin rombongan kami menginap... makanannya enak... lokasi guest housenya pewe) dan jangan lupa ada baiknya sedia waktu satu hari ekstra setelah balik dari pulau untuk istirahat. cape euy...

so that's a brief stories about my weekend get away... i'm not actually good with words so i put up a lot of picture to emphasize my thought... it was a great trip with great companion... although it made me skip my jum'at but the journey itself kinda open up my eyes that God is Almighty... just look at this picture


subhanallah... terima kasih ya Allah atas semua rizkiMu...

dan seberapapun banyaknya moment yang dapat diabadikan oleh perangkat kamera... tak ada alat yang lebih canggih dibanding sepasang mata yang menangkap keindahan ciptaan-Nya disimpan di dalam memori dengan harapan ilmu ini berarti...

~wassalam~

side notes :

IMHO Pulau tidung sebagai kawasan wisata adalah satu bentuk terwujudnya local indigineous, pulau yang mayoritas dihuni oleh masyarakat keturunan bugis ini berhasil mengoptimalkan potensi pariwisata dari lingkungan mereka untuk mendukung berputarnya roda perekonomian di pulau tersebut. hebatnya lagi adalah bagaimana para warga telah cukup berhasil menjadi tuan rumah di wilayahnya sendiri. dari penginapan, jasa penyewaan peralatan snorkelling, makanan, akomodasi kapal, penyewaan sepeda semua dikelola oleh warga lokal tanpa campur tangan dari swasta. (like we all know ada beberapa kawasan yang dikelola swasta sehingga walaupun wilayah tersebut menarik minat banyak wisatawan akan tetapi gagal dalam membangun kekuatan perekonomian warga di wilayah tersebut) proses adaptasi warga dengan para turis pun sudah terbangun dengan baik dimana mutual respect diantara pendatang dan juga tuan rumah dapat terasa nuansanya. Usaha untuk melestarikan lahan juga terus nampak dengan memperbanyak pohon-pohon serta penambahan wilayah pantai secara perlahan tapi pasti terus dikembangkan oleh masyarakat disana. sungguh saya berharap ketika saya diberi kesempatan untuk berkunjung kesana kembali... sarana umum seperti jembatan yang mulai reyot dan banyak tambalan di beberapa titik sudah dapat diperbaiki karena faktor keamanan dan kenyamana juga merupakan satu faktor penarik minat seseorang untuk berkunjung ke suatu lokasi.



0 comments:

Poskan Komentar